Kisah dewa perang Ares telah menjadi sebuah legenda yang namanya sulit untuk dilupakan sepanjang sejarah oleh bangsa Yunani. Dalam mitologinya, Ares digambarkan sebagai sosok dewa yang gagah berani dan sangat gemar sekali mengikuti kegiatan berperang di manapun lokasinya berada tanpa rasa takut sedikitpun.

Ares juga tergabung dalam anggota kehormatan yaitu Olympian yang jumlahnya sedikit sekali yaitu mencapai 12 orang saja. Ia lahir dari hasil hubungan intim dua dewa terkenal yaitu Zeus putera petir dan juga istrinya bernama Hera, melahirkan sosok tangguh berjiwa kesatria namun sulit menahan nafsunya untuk berperang.

Kisah Dewa Perang Ares Menjadi Legenda Termashyur Bangsa Yunani

Jika menyukai sastra Yunani, anda pasti paham bahwa Ares kini menjadi simbol dari sebuah peperangan yang lepas kendali serta tidak menentu pergerakannya. Ia juga menjadi lambang dari sebuah sifat brutal dan tidak dapat mengontrol keinginan untuk menghunuskan pedangnya supaya memuncratkan darah manusia.

Sifat Ares sangat bertolak belakang dibandingkan dengan saudara perempuannya, yaitu Athena yang menerima julukan sebagai dewi kecerdasan. Meskipun sama – sama berlatar belakang peperangan, namun Athena lebih berfokus pada strategi militer, taktik peperangan, hingga mengoordinir seluruh jenderal dalam sebuah pertempuran.

Meskipun memiliki gelar sebagai dewa, masyarakat Yunani tampaknya kurang memiliki simpati terhadap kisah dewa perang Ares. Seberani dan segagah apapun ia, tetap saja Ares mewakili sifat destruktif, berbahaya, tamak, dan hobinya membunuh ratusan hingga ribuan manusia tanpa pernah berpikir untuk berhenti sampai ia mati.

Kisah Dewa Perang Ares Kuat di Pertempuran Namun Lemah Terhadap Wanita

Bagi anda penyuka mitologi Yunani, kisah dewa perang Ares cukup menarik untuk kita ikuti karena ia sangat unik jalan hidupnya. Meski tercatat sebagai sosok kuat di sebuah pertempuran, namun ia sangat lemah manakala menghadapi wanita dan kehilangan seluruh wibawanya lenyap begitu saja bagai ditelan bumi.

Sifat dewa Ares sama seperti pria-pria hidung belang masa kini yang gemar berpoligami atau bermain wanita, mengejar kekuasaan, hingga bermain judi poker online demi bisa menghasilkan banyak uang , yang mana uangnya nanti akan di pakai kembali untuk wanita dan kekuasaan.

Tatkala hendak menuju medan perang, Ares akan menaiki kereta bersama dengan kedua putranya, Phobos dan Deimos. Tanpa merasa malu sedikitpun, ia berhubungan layaknya sepasang kekasih dengan Enyo, wanita yang ia cintai sekaligus merupakan saudara perempuannya yang masih memiliki hubungan darah.

Kisah Dewa Perang Ares Kuat di Pertempuran Namun Lemah Terhadap Wanita

Sebagai seorang dewa terhormat, sang ayah yaitu Zeus pernah berkata secara terang – terangan bahwa ia sangat membenci Ares. Ia mengutuk perilaku puteranya yang punya jiwa buas bagaikan binatang liar seperti anjing rabies ataupun babi hutan; terlalu barbar dan hampir pesimis untuk menyamakannya dengan sosok seorang dewa.

Dalam legenda Perang Troya, Ares sama sekali tidak berhasil memenangkan peperangan, sementara saudaranya Athena malah mendukung rakyat jelata Yunani. Ares selalu menjadi contoh kasus bagi masyarakat modern untuk menggambarkan dampak buruk dari perilaku penyimpangan seks dan hobi berselingkuh dengan wanita lain yang bukan pasangannya.

Akibat kebiasaan jeleknya tersebut, Ares memiliki banyak keturunan yang kebanyakan merupakan anak haram dan tersebar di seluruh Yunani. Semenjak saat itu, di manapun ia dibahas pasti akan berujung dengan sebuah pelecehan maupun penghinaan karena tingkah lakunya sama sekali jauh dari pencerminan sifat seorang dewa yang terhormat.

Hobi Berpoligami dan Memiliki Banyak Selir Sepanjang Masa Kejayaannya

Kisah dewa perang Ares selalu akan berkaitan dengan hobinya bermain judi kartu seperti di IDN POKER dan kelakuan menjijikannya yaitu perkawinan sedarah. Ia juga diketahui telah merebut Aphrodite, sosok dewi percintaan yang telah menjadi istri sah dari Hephaestus sang dewa keahliah yang terkenal sebagai contoh penggambaran kisah cinta segitiga.

Aphrodite ikut menanggung penderitaan serta perundungan karena dianggap sebagai istri yang tidak setia dan mempermalukan reputasi mantan suaminya. Setelah bercinta dengan liar bersama Ares, lahirlah dua orang putera bernama Deimos dan Phobos yang nantinya akan menjadi orang kepercayaan Ares acap kali hendak pergi berperang dan terlihat senantiasa selalu bersama – sama hingga akhir hayat.

Kisah Dewa Perang Ares Memiliki Banyak Selir

Bukan hanya itu, ia juga sangat menikmati hubungan percintaan terlarangnya dengan Enyo, dewi yang menyukai perselisihan serta pertumpahan darah. Ares juga menjalin asmara dengan Hebe, saudara perempuan yang menggodanya untuk melakukan kegiatan mandi bersama setelah pulang dari berperang.

Ares pernah naik pitam dan membunuh Halirrhothius, putera Poseidon, karena telah memperkosa anak perempuannya bernama Alcippe. Bisa jadi, kisah ini telah menginspirasi kasus pemerkosaan tentara Korea Selatan terhadap wanita Vietnam pada puluhan tahun silam di sana. Poseidon menjadi sangat murka dan mengadili Ares di sebuah bukit yang nantinya akan terkenal dengan sebutan Areopagus atau secara harafiah berarti Bukit Ares.

Drama percintaan tersebut sangatlah kontroversial karena semuanya terbongkar akibat Helios sang dewa matahari memergoki sesuatu yang tak pantas. Ia melihat Ares dan Aphrodite sedang berhubungan seks di aula milik Hephaestus, dan menjadi musuh abadi di antara ketiganya dalam sejarah mitologi Yunani.